Kerbau Keramat

Sobat, bersyukurlah karena Allah telah menciptakan anda sebagai manusia, makhluq paling mulia di muka bumi ini, Allah berfirman:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Sungguh telah Kami muliakan anak keturunan Adam dan Kami membawa (jadikan) mereka dapat bepergian di atas daratan dan juga lautan. kami juga telah melimpahkan rejeki yang baik teruntuk mereka, dan Kami juga telah memuliakan mereka di atas kebanyakan makhluq Kami. (al Isra' 70)

Sebagaimana wujud ciptaan anda dibentuk dalam model yang paling bagus.

Walau demikian, betapa anehnya bila ternyata sebagian manusia mengkultuskan sebagaian makhluq yang hina dina, semisal : kebo, tikur, ular dan lainnya.

Nampaknya ini semua dapat menjadi bukti nyata atas kebenaran ucapan ulama' kita:
ليس بعد الكفر ذنب
Tiada dosa yang lebih parah dibanding kekufuran.

Sobat, bila anda keheranan bila sebagian orang rela menyembah kerbau, tikus, dan lainnya, maka sepatutnya anda lebih keherenanan dengan sikap banyak orang yang kufur kepada Allah. Bila mereka telah tega menghinakan Allah dengan perbuatan syiriknya, maka sangatlah wajar bila mereka menghinakan dirinya dengan mengkultuskan kotoran kerbau atau yang serupa.

Sobat, syukurilah akal sehat dan hidayah yang telah Allah berikan kepada anda.

Penulis: Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri

Postingan terkait: