Surga di Bawah Kedua Telapak Kaki Ibumu

Sungguh memprihatinkan... Sebagian orang menyangka bahwa DURHAKA itu, sebatas bila si anak memukuli orang tua, atau mengusir orang tua, atau menghinakannya di depan umum.

Sehingga mereka dengan seenaknya mencampuri urusan pribadi orang tuanya, menyetir orang tuanya, membentak orang tuanya, memarahi orang tuanya, dst...

Padahal itu semuanya adalah bentuk durhaka kpd orang tua yang hukumannya akan disegerakan di dunia.

Jika Allah memasukkan kata "uff" kpd orang tua sebagai bentuk tindakan durhaka karena bisa menyakiti hati orang tua, bagaimana dengan tindakan membentak, memarahi, menyetir mereka, mencampuri urusan mereka, dst... yang tentunya jauh lebih menyakiti hati mereka.

Anda ingin mengetahui perasaan mereka? Bayangkanlah bila anda di posisi mereka, dan bayangkan betapa pilu dan tersayatnya hati Anda ketika dibentak oleh anak yang Anda lahirkan, Anda perjuangkan hidupnya, Anda korbankan semuanya untuk dia, dst...

Subhanallah, dimanakah sikap merendah mereka kepada org tua yang diperintahkan Alqur'an. Mana pula belas kasih sayang terhadap orang tua; seorang yang paling banyak berjasa kepada mereka setelah Allah ta'ala?!

Jika mereka sudah merasa TIDAK butuh lagi dengan pahala berbakti kepada orang tua yang sangat besar, maka paling tidak harusnya mereka takut dg sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-:

"Ada dua pintu (dosa) yang hukumannya disegerakan di dunia: ZINA dan DURHAKA".
[HR. Alhakim, lihat Silsilah Shohihah: 1120]

Semoga bermanfaat...

Oleh: Ustadz Musyaffa' ad Dariny

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Surga di Bawah Kedua Telapak Kaki Ibumu"

Catat Ulasan