Inilah Di Antara Mengapa Saudi Meliburkan Hari Jum'at

Selama ini di Saudi waktu pelaksanaan khutbah dan shalat Jum'at adalah setelah masuk waktu zhuhur. Ini yang umum dilaksanakan di masjid-masjid perkotaan Saudi. Hanya saja di beberapa tempat di pedesaan (seperti tempat kami tinggal), terkadang pelaksanaan khutbah dan shalat Jum'at sebelum masuk waktu zhuhur. Hal ini bukanlah sesuatu yang aneh di kalangan orang Saudi. Hampir kebanyakan mereka mengerti bahwa di dalam madzhab mereka (madzhab hanbali) waktu pelaksanaan khutbah dan shalat Jum'at itu sama seperti waktu pelaksanaan khutbah dan shalat 'id (hari raya). Yaitu dimulai dari waktu pelaksanaan shalat Dhuha. Dan ini merupakan salah satu daripada mufradaat madzhab hanbali. (Mufradaat maksudnya adalah pendapat yang dipilih oleh satu madzhab saja).

Sedangkan jumhur ulama berpendapat bahwa waktu khutbah dan shalat Jum'at itu adalah ba'da -z zawaal (waktu zhuhur). Pendapat ini lebih kuat karena berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan shariih (tegas).

Kemudian daripada itu, jika khutbah dan shalat Jum'at dilaksanakan pada waktu zhuhur, maka telah bersesuaian dengan hadits-hadits lain yang menjelaskan tentang keutamaan bersegera menghadiri masjid untuk shalat Jum'at.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم : ( من راح في الساعة الأولى فكأنّما قرّب بَدَنَة ، ومن راح في الساعة الثانية فكأنّما قرّب بقرة ، ومن راح في الساعة الثالثة فكأنّما قرّب كبشاً أقرن ، ومن راح في الساعة الرابعة فكأنّما قرب دجاجة ، ومن راح في الساعة الخامسة فكأنّما قرّب بيضة ، فإذا صعد الإمام المنبر حضرت الملائكة يستمعون الذكر ) . رواه البخاري ومسلم

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu 'anhu beliau berkata, "Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang pergi (untuk menghadiri shalat Jum'at -pen) di waktu yang pertama, maka seakan-akan ia telah berkurban dengan seekor onta. Barangsiapa yang pergi di waktu yang kedua, maka seakan-akan ia telah berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa yang pergi di waktu yang ketiga, maka seakan-akan ia telah berkurban dengan seekor kambing yang bertanduk. Barangsiapa yang pergi di waktu yang keempat, maka seakan-akan ia telah berkurban dengan seekor ayam. Barangsiapa yang pergi di waktu yang kelima, maka seakan-akan ia telah berkurban dengan sebutir telur. Jika imam telah naik ke atas mimbar, maka para malaikat pun hadir mendengarkan khutbah."
(HR. Al Bukhaary dan Muslim)

Hadits di atas menerangkan bahwa waktu antara terbitnya matahari sampai dengan waktu imam naik mimbar dibagi menjadi 5 bagian. Katakanlah waktu zhuhur tepat jam 12.00 WSA. Maka:

  • Waktu pertama dimulai dari jam 7.00
  • Waktu kedua dimulai dari jam 8.00
  • Waktu ketiga dimulai dari jam 9.00
  • Waktu keempat dimulai dari jam 10.00
  • Waktu kelima dimulai dari jam 11.00


Dengan demikian, siapa saja yang datang di waktu yang pertama (sampai sebelum jam 7.59), maka ia akan mendapatkan pahala seperti berkurban dengan onta. Tidak mesti yang pertama kali datang yang hanya mendapat pahala seperti berkurban dengan onta. Jika ada 5 orang yang datang Jum'atan sebelum jam 7.59 maka kelima-limanya mendapatkan pahala seakan telah berkurban dengan seekor onta.

Begitupula sebaliknya, jika orang pertama yang datang ke masjid untuk jum'atan adalah orang yang datang pada waktu kelima (yaitu mulai dari jam 11.00 sd 11.59), maka ia hanya mendapatkan pahala seperti berkurban dengan sebutir telur.

Jadi, hadits ini bukan hanya untuk 5 orang pertama saja yang paling awal datang ke masjid untuk Jum'atan, sedangkan orang yang ke-6 dst tidak. Akan tetapi berdasarkan WAKTU KEDATANGANnya ke masjid.

Oleh karena itu, kita tidak pantas berbangga diri karena kita menjadi orang pertama yang masuk masjid di hari Jum'at, kalau toh kita ternyata hanya mendapatkan pahala sebutir telur.

Wallaahul musta'aan.

Nas-alullaaha min fadhlihi wa karamihi an yuwaffiqanaa lil 'amal -sh shaalih wa yataqabbalahu minnaa.

(Ditulis oleh Al Faqiir ilaa 'afwi Rabbihi -l Majiid
Muhammad Nurdin Abu Yazid
Selepas Jum'atan di kabupaten Ar-Rayn, kampung halamannya syaikh Abdullah Al Jibriin -rahimahullaah-)

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Inilah Di Antara Mengapa Saudi Meliburkan Hari Jum'at"

Catat Ulasan