Empat Keadaan Manusia dalam Menyikapi dakwah

# Ada empat keadaan manusia dalam menyikapi dakwah yang sampai kepada mereka, baik itu berupa perintah menjalankan ketaatan ataupun larangan mengerjakan maksiat :

1. Orang-orang yang menjalankan ketaatan-ketaatan dan menahan diri dari berbuat maksiat.
Ini merupakan kondisi yang paling sempurna dan seutama-utama sifat orang yang bertakwa. Kelompok ini berhak mendapatkan ganjaran dan pahala atas apa yang mereka perbuat.

2. Orang-orang yang tidak mau menjalankan ketaatan-ketaatan dan mereka berani berbuat maksiat.
Ini merupakan kondisi yang paling jelek dan sifat yang paling buruk. Kelompok ini berhak mendapatkan hukuman orang-orang yang lalai dalam menjalankan ketaatan dan adzab orang-orang yang berani berbuat maksiat.

3. Orang-orang yang menjalankan ketaatan-ketaatan dan juga melakukan maksiat-maksiat.
Kelompok ini berhak mendapatkan adzab. Karena ia dengan syahwatnya berani melakukan maksiat, meskipun ia selamat dari kelalaian dalam menjalankan ketaatan.

4. Orang-orang yang tidak mau menjalankan ketaatan-ketaatan, akan tetapi mereka menahan diri dari berbuat maksiat.
Kelompok ini berhak mendapatkan adzab orang-orang yang lalai dalam menjalankan agamanya dan kurang keyakinannya.

[Adabud diin wad dun-ya, hlm. 196-199]

Oleh: Ustadz Fathi Jawas

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Empat Keadaan Manusia dalam Menyikapi dakwah"

Catat Ulasan