Meminta DOA kepada MAYIT = Syirik BESAR !!

Misalnya meminta kepada mayit: "Mbah, doakan kami semoga Allah memudahkan urusan kami".

------------
Syeikh Sholeh Alu Syeikh -hafizhohulloh- pernah ditanya:
Orang yang meminta kepada Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, agar beliau mendoakannya dan memintakan ampunan dari Allah untuknya, apakah ini termasuk SYIRIK?

Syeikh menjawab:
Ya, ini SYIRIK BESAR, karena Nabi -shollallohu alaihi wasallam- tidak boleh dimintai setelah meninggalnya. Jadi meminta doa kepada mayit, meminta doa agar Allah menurunkan hujan… atau agar Allah mengampuninya… atau yang semisalnya, ini semua masuk dalam istilah DOA, padahal Allah -azza wajall- telah berfirman (yang artinya): "Sungguh semua masjid itu kepunyaan Allah, maka janganlah kalian meminta kepada SIAPAPUN disamping meminta kepada Allah". [Al-Jin: 18]. [Syarah Thohawiyah, Syeikh Sholeh Alu Syeikh, hal: 116].

------------
Syeikh Binbaz -rohimahulloh- pernah ditanya:
Banyak penuntut ilmu memahami bahwa yang termasuk SYIRIK adalah meminta hajat kepada para mayit, namun apabila dia meminta kepada mayit; syafaat dan doa -yakni agar mayit mendoakannya-, maka ini bukan termasuk syirik, tapi bid'ah.

Syeikh menjawab:
Ini termasuk SYIRIK BESAR, karena para mayit itu tidak mampu mendoakan untuknya, tidak pula mampu memberi syafaat untuknya, semuanya digantungkan kepada amal mereka (masing-masing). Adapun doa dan syafaat itu bisanya ketika dia masih hidup. Oleh karena itu, ketika umar bersama para sahabat meminta doa hujan, dia tidak meminta doa hujan kepada Nabi -shollallohu alaihi wasallam- agar beliau memberi syafaat untuk mereka, namun mereka meminta doa hujan kepada Abbas dan kepada Yazid bin Aswad, serta dengan doa (mereka sendiri). Seandainya meminta doa kepada mayit dibolehkan syariat, tentu mereka telah minta doa hujan kepada Nabi dan mengatakan: "Berdoalah untuk kami, wahai Rosululloh".

Maka Syeikh pun ditanya: Sebagian orang mengatakan bahwa ini adalah pendapatnya Ibnu Taimiyah? (yakni bahwa meminta doa kepada mayit itu bid'ah).

Syeikh menjawab: Ibnu Taimiyah telah MENEGASKAN bahwa ini SYIRIK BESAR.
[Kitab: Syarah Kasyfusy Syubuhat, Syeikh Binbaz, hal: 64]

------------
Ibnu Taimiyah -rohimahulloh- mengatakan:
Bisa jadi mereka menyeru mayit di sisi kuburannya: "Mintakanlah aku kepada Rabbmu", atau mereka menyeru orang yang masih hidup tapi jauh darinya sebagaimana dia menyerunya saat hadir di depannya, mereka menyanyikan bait-bait yang isinya: "Wahai sayyidku fulan, aku dalam pencukupanmu, aku dalam penjagaanmu, berilah syafaat untukku di sisi Allah, MINTAKANLAH kami agar Dia memenangkan kami atas musuh kami, mintalah kepada Allah agar Dia menghilangkan kegentingan ini dari kami, aku mengadu kepadamu tentang ini dan itu, maka mintalah kepada Allah agar Dia menghilangkan bencana ini. Atau salah seorang dari mereka mengatakan: "Mintalah kepada Allah, agar Dia mengampuniku…".

Maka semua jenis seruan ini, baik kepada Para Malaikat, atau kepada Para Nabi dan Orang-orang saleh setelah mereka meninggal, di sisi kuburan mereka, dan saat mereka jauh, serta menyeru kepada patung-patung mereka, itu semua termasuk diantara bentuk SYIRIK YANG PALING AGUNG. [Kitab: Majmu' Fatawa 1/158].

-----------
Status ini dibuat bukan untuk memvonis seseorang, tapi untuk memvonis tindakannya, dan agar setiap dari kita waspada dan mewaspadakan orang lain darinya… Semoga bermanfaat.

Oleh: Ustadz Musyaffa' ad Dariny

Postingan terkait: