Mengaku-ngaku Muwahhid!!

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -Rahimahullah- mengatakan:
((...jikalau mereka muwahhid dengan ucapan dan perkataan, tentulah ada pada mereka tauhid tanpa perbuatan. Dan yang seperti ini tidak cukup (untuk meraih) kebahagiaan dan keselamatan. Melainkan harus (seorang muwahhid) beribadah kepada Allah semata dan menjadikan-Nya sesembahan (ilah) dan meninggalkan selain-Nya. Inilah makna Laa ilaaha Illallah. -selesai))

Asy-Syaikh Abdullah Mar'i -Hafidzahullah- mengomentari:
Karena banyak manusia mengucapkan Laa ilaaha Illallah dan mengajak kepada tauhid, bahkan terkadang mengatakan kesyirikan itu tidak benar. Akan tetapi apakah dia melarang orang dari kesyirikan? Mengajak kepada tauhid di tengah-tengah masyarakatnya? Membenarkan dan menyalahkan? Dan menjadikan sebagian golongan muslimin dan golongan lainnya musyrikin? -meski dengan perbuatan-. Apakah mereka melakukan ini?

Jawabannya: Kebanyakan mereka tidak berani seperti ini. (Ketahuilah) muwahhid sebenarnya adalah orang yang mengucapkan dengan lisannya kalimat tauhid, lalu mengamalkan dengan anggota badannya kandungan kalimat ini. Seorang muslim belum disebut muwahhid sampai ia menegakkan prinsip ini untuk dirinya dan masyarakatnya dengan mengatakan: ini tauhid, ini syirik!

Sumber: Syarah Asy-Syaikh Abdullah Mar'i terhadap kitab Mufidul Mustafid

Oleh: Ustadz Jafar Shalih

Postingan terkait: