Untukmu Para Istri

Saat kau sudah menjadi istri, sesekali pandanglah wajah suamimu ketika ia terlelap.

Itulah orang yang tiada hubungan darah dengan mu namun tetap terus berusaha mencintaimu, menyayangi dan melindungimu..

Sesekali saat suami pulang bekerja atau dari tempat usahanya, pandanglah wajahnya, cium tangannya.
Itulah tangan yang bekerja keras
mencari rizki untuk menafkahi dirimu
dan anak-anakmu.

Tangan yang terkadang luka , memar tergores karena pekerjaannya..
Padahal, sebelum akad nikah ia tak punya hutang budi terhadapmu.

Bahkan ia mempunyai hutang budi terhadap Ibu bapaknya.
Ia memilihmu sebelum ia sempat membalas seluruh hutang budi kedua orang tuanya.

Sesekali saat kau berdua dengannya lihatlah suamimu, pandanglah wajahnya dengan penuh sayang.

Lihat kakinya.. kaki itulah yang telah mampir melangkah menyusuri dunia yang terkadang pegal linu sakit menemaninya..
lihat lengannya.. hitam terbakar teriknya panas terguyur derasnya hujan..

Itulah peribadi yang boleh jadi selalu menutupi masalah-masalah nya diluar rumah, agar kau tak turut sedih karenanya.

Ia berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri agar kau tidak ikut terbebani.

Sementara kau sering mengadukan masalahmu kepadanya, berharap ia mau mengerti dan memberi solusi.

Padahal bisa jadi saat itu masalahnya lebih besar daripada masalahmu, Namun kau tetap yang diutamakannya.

dialah yang bisa menjadi jalan mudah menuju syurga disaat engkau mentaatinya..

dialah pula yang bisa menjadi sebab tergelincir ke neraka dikala engkau mengingkari nikmat2 yang diberikannya...

Semoga Allah jadikan keluarga kita sebagai keluarga yang Sakinah Mawaddah Warahmah... Aamiiin...!!!

Via: Ustadz Abdullah Sholeh Hadrami

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Untukmu Para Istri "

Catat Ulasan